Sabtu, 22 Juni 2013

Kala Cinta Mengudara

   
Mut-mut ; Guwa ; Bunda, lagi makan roasted corn
 1 Minggu sudah KKN berlalu, waktu serasa cepat sekali berlalu. Semua canda tawa dan bayang wajah senyum sekeluarga serasa melekat dihati. Di desa Sombo inilah, aku menjalani KKN yang sangat menyenangkan. Saat itu juga aku mulai menyadari satu hal, kita tidak bisa hidup sendirian. Butuh kerjasama dan toleransi yang besar untuk hidup bersama orang lain. Jujur, semenjak aku disakiti seorang malaikat wanita pas semester 7 kemarin, aku menjadi orang yang benci dengan sekitar. Dalam pikiranku, teman hanyalah orang yang ingin menyakitiku. Mereka memanfaatkanku,  setelah bosan denganku mereka membuangku.
Us Us dan Adek Echan Lagi ngukur "ulat bulunya" Om Angga
    Sejak saat itu aku menolak untuk mempercayai orang lain. Hingga datanglah event yang dinamakan KKN. Entahlah... Awalnya aku sudah mulai Hopeless dengan keadaan. Tapi entah kenapa hatiku berkata lain. dalam hati aku berkata, "Kamu harus bisa melupakan masa lalu... Tidak semua orang seperti itu."

     Ternyata apa kata hatiku benar, KKN telah membuka mataku terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar. Aku mulai merubah sikapku perlahan-lahan. Entahlah, berhubungan dengan keluargaku di Sombo sungguh menyenangkan, dan itulah kenapa aku betah. Terima kasih my big family.

     Oke cukup curhatnya... Now, for the main event. Sesuai dengan judul, "Kala Cinta Mengudara" Opo to kamsude?? hahahaaa... Aku pengen ceritain beberapa penggal kisah cinta yang ada di Sombo. Sebenernya cinta sapa aja to?

     Oke, firstly tentang dulurku lanang, si Ahmad, dan sahabat saya si Bunda Prisma. Awalnya Prisma dipanggil Bu bend, karena beliau menjabat sebagai bendara. Karena panggilan yang agak NGGANJEL, akhirnya beliau kita panggil BUNDAAAA....
Itu si Ahmad dan Bunda lagi hiking ke gunung Bligo coooy...

      Cerita awalnya, si akhmad ini rajin bertanya tentang Bunda, entah itu kesehariannya, sikapnya, sifatnya, sampe-sampe status beliau. Lha tanya kok ke guwa, yo tak jawab sesuai dengan image bunda pas di PPL. Bunda iku Salah satu keluarga PPL laskar merah SMP 11, tapi karena sifatnya yang passive image-ku ke bunda aga gimana gitu. Yo tak jawab, bunda iku orange pendiem, susah diajak ngomong.
     Selang amor seminggunan, Image 3 bulan lebih ternyata hancur total... Mayare bunda ki podho-podho konyole... HAhahahaa... yang salah tarah aku, salah cara ngajak ngobrol ke Bunda. Sorry ya Bun...

      Nah enek pepatah Jowo sing bilang, "The tree of love growing because of our habitual." bahasa Spanyolnya "El Witingo tresno, jalarano, Soko Kulino." Woconen gawe logat Spanyol lak lucu... Hahahaa...
Ternyata pepatah itu benar adanya. Si Ahmad lantas kemudian jatuh hati. Setiap aku ada waktu ngobrol dengan Ahmad yang diomongin Bundaaaaa teyus. kalo nyanyi yo Arahnya ke Bundaaaaa terus...
       Guwa pikir elu guyon Ndro, makannya guwa jedhok-jedhokin elu sama Bunda. Muke Gile, ternyata elu serius Son... Hahahaha.... Akhirnya aku mencoba mendukung saudaraku yang satu ini untuk menggapai cita cinta nya...
       Lama-lama mereka deket juga. sampek ke gunung bligo belakang rumah pun mereka selalu bersama. Bergandengan tangan dari atas sampe bawah. Bener-bener Romantis. Aku wae nyedhaki Si Merah gak candak-candak. Hahahahaa...
     


Cinta...
Sometimes It just so sweet like a honey...
Sometimes It just plain bitter like like mahoni...
Tapi cinta itu tak pernah satu sisi...
Cinta memiliki dua sisi...
Satu sisi Tajam seperti silet yang siap merobek hati mereka yang terlalu berharap...
Satu sisi hangat dan lembut seperti bantal yang ditiduri wanita cantik dan kita tidur diatas dada wanita itu...

Memang bagiku cinta itu pahit dan tajam...
Memang saat ini aku masih takut tersakiti...
Tapi bagi orang lain cinta itu Indah..
Tapi bagi orang lain cinta itu Barokah...

Cinta....
Ketika cinta mengudara...
Kau akan tahu bagaimana rasanya cinta...

Bukalah hatimu untuk cinta...
Karena ketika kau mulai menutup hati...
Dan mulai menangis karena cinta pergi...
kau akan selamanya berduka...

HATRED

I live with my fake smile...
I live with this lie...
To long I stand for the other...
But they doesn't care when I'm sober...

From now on I decide to give up in my faith...
In the hand of demon I preach..
In the game of God i play...
Lucifer's light enlightens me..


A proud look...
A lying tongue....
Hands that shed innocent blood...
A heart that devises wicked plots...
Feet that are swift to run into mischief...
A deceitful witness that uttered lies...
Him that soweth discord among brethren..

Then there's no more me...
The old me is dead...
Fuck you...
And fuck for your kindness...
Your fake kindness...


I WILL LIVE FOR MY HATRED...

Jumat, 21 Juni 2013

Macan Dan Pintu Keramat





      It's me again... of course dude, I'm the owner of this GAJES (Gak Jelas) blog. this time I wanna share something, still about my KKN in Sombo. There are so many things I wanna say. okay firstly let's set the language into Indonesian. Oke, sip. Tulisan corat-coret blog ini unrtuk keluargaku tercinta di Sombo. 
    
     Sebenarnya aku pengen share kesan dan pesan selama disana, tapi entar dulu aja. Siapa aja to sebenernya disana? Yang eike tahu, temen-temennya asik ciiin. Tapi kadang konyol juga. macak Cool tapi akhirnya Ngelawak juga. Waktu itu ceritanya kamar cowok gak sengaja kekunci, entah perbuatan siapa, tapi kelihatannya kalo manusia gak mungkin deh. begono analisanya : 1. Cowok yang ada diruangan tersebut ada 4 orang kecuali saya. Masing-masing berada di ruang terpisah namun masih bisa melihat pintu kamar yang saat itu tertutup dengan sendirinya.

2. Saat kejadian berlangsung saya tidak berada di TKP karena ada tugas di SDN Sombo 1.
3. Fakta paling penting adalah, tiada seorangpun kecuali guwa yang tahu bahwa kunci kamar berada di atas kusen pintu. Dan tidak mungkin saya mengunci pintu dengan sengaja karena sejak pagi saya ditugaskan oleh pemerintah di SDN Sombo...
     Nah, pas diriku yang sexy ini pulang, terjadi keributan di depan pintu kamar para macan. Tiba-tiba saya dihadang oleh Abi Danang. Beliau berkata, "Pak Rando, punya  nomernya Pak Hardi? kamar cowoknya kekunci sendiri."
     Seketika itu juga aku langsung berlari menuju pintu yang menjadi masalah. Benar saja bung! Di depan ruangan keramat tersebut telah ada dua ekor macan lagi, Ahmad dan Anwar. Saat itu keadaan sangat kacau balau, panik menggelitik, gajah makan kawat... GAWAT. Terdengar lebay? tentu saja tidak, mengingat semua barang bawaan cowok ada didalam. Lha kalo kita g pake sempak, trus khilaf, dan muncul tower SUTET gimana coba??? Hahahaha....
    Anwar dan Akhmad terlihat panik. kejadiannya kelihatannya sudah agak lama berlangsung sekitar 15 jam.. Eh, menit ding... Bung Akhmad sudah membuat alat seperti di pilem-pilem action, lebih tepatnya pilem korea. Dengan garpu yang ditekuk-tekuk sampe nekuk seperti orang bungkuk pake kupluk, Ahmad mencoba menjebol pertahanan pintu kemana saja milik dora dan emon. Dengan segenap skill hacking gembok pager kabupaten si Ahmad dan kemampuan magis jimat pelebur memean milik Anwar, mereka berdua mengkolaborasikan jurus-jurus andalan mereka.
    Terlihat keringat bercucuran dari kedua insan manusia yang sama-sama saling suka. Pintu berwarna coklat tua dan bergagang perak itupun tak bergeming sedikitpun. bagaikan batu yang tak terkikis jaman. Sekejap aku melihat sebuah shilouette berwarna hitam dan berkaki silver dari atas kusen. Dengan cincin jimat kolomodot yang kumiliki, aku meraih benda tersebut dari kolongan kusen. Segera masukan ke knob pintu dan memutar benda tersebut. Benda tersebut biasa disebut kunci. jadi bagi yang belum tahu fungsinya, kunci itu adalah alat untuk membuka kunci, dimana masing-masing KUNCI dan LOBANG KUNCI merupakan pasangan yang sah.
    Akhirnya pintu kamar para macan macan kekeringan berhasil terbuka. Si Ahmad dan Anwar telah susah payah dan berhasil menaklukan pintu keramat tersebut. tapi yang paling berkesan adalah usah dari teman-teman, bagaimana mereka mengerahkan segenap tenaga dan kekuatan mereka dan mau bekerja sama demi terciptanya negara yang sakinah, mawadah, warohmah, mahmudah, syariah dan basah...

The Garpu user AHMAD
Sekian dulu cirata dari saya, nantikan kisah KKN saya yang lain.
Beliau adalah ANWAR
Abi Danang

Rabu, 19 Juni 2013

Tulisan Untuk Sahabat



    

     Sebuah cerita tentang kebersamaan dan perjalanan hidup. KKN, banyak yang bilang berkesan. Well, personally, it was super duper fuckin' AWESOME.... Sebuah moment yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup. Sebuah kesan terindah persahabatan. Sounds lebay? I don't think so, that is my impression for almost a month with you guys...

     Honestly, aku bukan tipe orang yang bisa hidup bersama-sama orang lain. Aku lebih suka menyendiri dan menyembunyikan perasaanku sendirian. Aku memang terlihat selalu senang ank you so much my Big Family Sombo.... I love you so much...

     Pertama kali bertemu pas pembekalan, aku bener-bener gak peduli dengan keadaan sekitar. Headset on, permen karet, dan rasa kantuk karena proses recording di studio kantor membuat pikiran dan hatiku gak sejalan. tengok kiri kanan tiada satu jua yang kukenal, membuatku males berinteraksi.

     Tiba-tiba sebuah senyum dan sapa akrab dari seseorang membuatku melepaskan headset kesayangan. Senyum khas yang berkesan dari awal pembekalan sampai akhir KKN. Senyum tersebut adalah milik Muh. Khoirul Anwar. Senyum beliau yang khas dan dibarengi dengan gaya bicaranya yang lucu membuatku mendapatkan seseorang yang bisa diajak ngobrol.
     Selanjutnya aku disapa oleh bidadari manis yang wajahnya tak asing lagi. karena dia merupakan salah satu keluarga besar mafia hongkong selatan "laskar merah SMP 11 Madiun". Yep, Prisma nuralita menika rencang kulo ten PPL. Sumpah bocahe ki mueneeeeeng pas PPL, sampek bingung apek ngajak ngobrol tentang opo. Dan saya benar-benar tak membayangkan bahwa image Bunda Prisma akan rontok setelah KKN. hahahhaaa....
     And then, gua ketemu sama cowok yang tinggi, tegap, ganteng, tapi suaranya cempreng. Gaya bicaranya, style dan pandangan sorot matanya, membuat siapapun cepet akrab. si Om angga Yudha. First Impression was, he is a playboy and somewhat pervert... Tapi ternyata sebaliknya, dia baik dan setia plus loyal. Ngantukan.. hahahha...
 
     Sebenarnya awalnya bingung juga, WHERE THE HELL is SOMBO???
kalo dari arahnya ini ada di pelosok. Tapi deket dengan my fuckin best friend Luqman A.K.A kicuk..
     Pertama kali masuk desa sombo, jalannya yang mewah, mepet sawah, meriang, mepet jurang juga, membuat hatiku doki-doki (deg-degan). Bukannya ga berani, tapi mengingat jumlah gender yang tak sebanding, ibu-ibu ada 4, Blanthongan macan lapar kekeringan ada 5, dan cewek single ada 9. Lha kalo gini ceritanya kan lumayan bahaya. tapi ternyata cewek-cewek pada tangguh semua. I Salute to you my friends.