Sabtu, 23 Maret 2013

Balut, Pesona Kelezatan Alternatif Telur Bebek

            Anda pernah makan telur bebek? Sudah pernah tentunya. Telur bebek di Indonesia, biasa di jumpai sebagai telur asin. Namun berbeda dengan negara Philipina. Disana telur bebek diolah menjadi sebuah makanan yang EXTREME.

               Loh, kok Extreme?? Pengen tahu??
Oke... Slow down... Mari kita lihat judul kita untuk sejenak.

               Balut?? apaan? Nah, seperti kita ketahui, Asia memiliki kebudayaan-kebudayaan yang unik, apalagi dalam hal makanan. Makanan-makanan khas suatu negara, terkadang merupakan hal yang tidak wajar di negara lain. Bagaimanapun Juga, melihat budaya dari sisi lain, apalagi makanan merupakan hal yang menarik.

              Ok, back to the case guys... What the hell is BALUT? Balut itu, adalah... Piye nek njelasne?? Gini aja... Telur bebek yang dieramkan  dan diambil saat berusia 18 hari, kagak kurang, kagak lebih, jadi masih berupa telur dan di dalam telur bebek itu sudah terbentuk embryo bebek. Hal yang paling penting adalah rasa dan baunya MIRIP TELUR REBUS.

          Walah, kok ngeri gitu ya? Sekali lagi, ini bukan masalah jijik ato ndak, halal atau haram, ini semua masalah custom atau kebiasaan dan budaya. Contoh aja Indonesia, banyak orang Indonesia suka durian. Tetapi, beberapa tahun lalu ketika saya menghandle 3 bule Amerika, saja : Bunga, mawar dan melati (bukan nama sebenarnya, yang sedang singgah di Indonesia, dan penasaran dengan durian, mereka msemua langsuh muntah-muntah ditempat. Mereka bertiga beranggapan bahwa baunya seperti kaus kaki busuk.

Jika bicara mengenai budaya, tidak akan pernah ada habisnya. Makanan sama halnya dengan bahasa, merupakan alat untuk mempersatukan manusia. Di Philipine, makanan ini merupakan sebuah delicacy atau kenikmatan tersendiri. Setiap orang mengkonsumsi Balut sejak nenek moyang. So, wanna try this at home guys? Your call mate....
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No Sarcasm, Racism, War, Spam, Etc... Make Peace for our better future guys...